Sabtu, 01 November 2025

TENTANG BAJA

#EdisiEdukasi

Istilah-istilah dasar seputar baja.

* Baja: adalah logam paduan dengan unsur dasar logam besi yang mempunyai kandungan karbon/arang sebagai unsur paduan lainnya. Dengan kata lain, baja adalah besi yang berpadu dengan karbon/arang. 

Semakin tinggi kandungan karbon, maka semakin tinggi juga kekerasan maksimal baja tersebut. Kekerasan maksimal, biasanya bukan kekerasan siap digunakan.

* Baja karbon (carbon steel). Sebetulnya istilah ini agak membingungkan (ambigu) karena semua baja pasti mengandung karbon, tapi yang dimaksud disini adalah baja yang tidak termasuk kategori tahan karat (yang bukan stainless steel).

Baja karbon ini banyak jenisnya dan berbeda-beda kemampuannya.

* Baja tahan karat (stainless steel) adalah baja yang tahan karat. Tahan karat, bukan berarti tidak bisa berkarat, tetapi lebih tahan karat.

Baja tahan karat ini juga banyak jenisnya dan berbeda-beda kemampuannya.

* Baja putih. Ini adalah istilah yang dikenal lokal, yang artinya bisa berbeda di beberapa daerah. 

Pada umumnya, yang dimaksud adalah baja tahan karat. 

Untuk pengertian didaerah masing-masing, silahkan cek sendiri. 

Baja putih ini banyak jenisnya dan berbeda-beda kemampuannya.

* Baja hitam. Ini juga istilah yang dikenal lokal, yang artinya juga bisa berbeda di beberapa daerah. 

Pada umumnya, yang dimaksud adalah baja karbon yang tidak tahan karat. 

Untuk pengertian didaerah masing-masing, silahkan cek sendiri. 

Baja hitam ini juga banyak jenisnya dan berbeda-beda kemampuannya.

* Baja moderen. Istilah ini sering digunakan dengan salah, karena pada dasarnya hampir semua baja diproses dengan cara/metode moderen. 

Mulai baja rendah karbon (low/mild steel), baja per, baja perkakas, sampai baja rumit seperti CPM S30V, Vanadis 8 dan lain sebagainya dibuat dengan cara/metode moderen. 

* Baja/besi yang tidak dibuat dengan cara moderen (bukan baja moderen) adalah baja Tamahagane dari Jepang, Baja Wootz, Baja Bloom, besi wrought iron (besi ranjang tua), dan masih banyak lagi.

* Baja upcycle. Baja bekas perkakas yang dimanfaatkan ulang. 

Banyak baja-baja perkakas yang dimanfaatkan ulang untuk dijadikan pisau. Sebagai contoh, baja kikir, baja mata gergaji, per, baja klakher/bearing dan lain sebagainya. Hal ini adalah wajar, karena memang bisa.

* Baja bahan. Baja jenis ini bukan baja bekas, tetapi baja baru, masih dalam bentuk bahan yang bisa dijadikan perkakas. 

Ada yang berbentuk balok, ada yang berbentuk lembaran plat, ada yang berbentuk as/rod. 

Ada baja bahan yang untuk dibuat per, ada yang untuk dibuat kikir, ada yang untuk dibuat mata pisau industri pabrik, ada yang untuk dibuat dies mesin pabrik, ada yang untuk dibuat klakher/bearing dan lain sebagainya. 

Baja jenis ini yang sering salah kaparah dan disebut baja moderen. Seharusnya disebut baja baru, atau baja bahan.

* Baja Angin. Sebutan ini biasanya ada dikalangan Pande Tradisional. Yang dimaksud adalah jenis Baja yang bisa tersepuh diudara atau istilah Internasionalnya adalah Air Hardening Steel.

* Air Hardening Steel. Adalah jenis baja yang bila dipanaskan sampai kondisi austenite/siap sepuh, kemudian diangin-anginkan saja bisa mengeras. Biasanya baja jenis ini kandungannya rumit, dan minimal kandungan chrome 4%.

* Baja Powder. Baja yang diproses dengan proses powder metalurgy. 

Biasanya proses powder metalurgy hanya diberikan pada baja sepuh angin/udara (air hardening steel). 

Baja jenis ini, mempunyai butiran baja lebih halus, dan mempunyai daya tahan tajam dan kealotan lebih baik dibanding baja dengan baja lain dengan kandungan sama, tapi tidak melewati proses powder metalurgy. 

Baja jenis ini sebaiknya tidak ditempa, karena proses penempaan akan mengurangi atau bahkan menghilangkan kemampuan/kelebihan powder metalurgy-nya dan akan kembali seperti baja sepuh angin umum. 

Untuk membantu penjelasan: 

Baja powder CPM D2, baja non powdernya adalah D2, Baja powder CPM 154cm, baja non powdernya 154cm, dan baja powder CPM M4, dan baja non powdernya adalah M4.

Nah... Baja-baja non powder seperti D2, 154cm dan M4, itu semua adalah baja-baja bagus, walau tidak sebagus versi powdernya.

Baja jenis Powder ini memang harganya lebih mahal, jadi jangan kaget kalau dikasi tau harga bahannya.

PERLAKUAN PADA LOGAM

☆☆☆COPAS☆☆☆

■Heat Treatment■
___________

Ada 5 jenis "HEAT TREATMENT" pada logam yaitu  hardening, annealing, case hardening, tempering, dan normalizing.

1. ANNEALING (Melunakkan)
Annealing adalah suatu proses pemanasan material sampai di titik atas temperature austenit kemudian menahannya hingga waktu tertentu. Pendinginan proses annealing dilakukan secara perlahan di dalam tungku. Fungsi perlakuan panas annealing yaitu untuk memperbaiki sifat mekanik logam, melunakkan material, menghilangkan tegangan sisa, memperbaiki struktur butir, memperbiaki mampu mesin dan mampu bentuk.

Proses annealing terdiri dari berbagai macam tipe, dengan sifat dan karakteristik tertentu, seperti full annealing, spheroidized annealing dan isothermal annealing.

2. CASE HARDENING
Case hardening merupakan proses perlakuan panas (heat treatment) yang paling sesuai jika dibutuhkan material yang permukaannya tahan aus dan inti kuat. Misalnya gear, lengan silinder, cams, dll.

Proses case hardening yang sering digunakan yaitu karburisasi dan nitridasi. Nitridasi adalah proses case hardening dengan menambahkan unsur nitrogen pada permukaan benda kerja.

Case hardening dilakukan dengan memanaskan logam sampai diatas temperatur kritisnya (723°C), kemudian didinginkan secara cepat sehingga permukaan luarnya keras sementara bagian dalamnya lunak namun tangguh.

3. TEMPERING
Tempering adalah proses heat treatment dimana benda kerja akan dipanaskan dibawah temperatur kritisnya kemudian di dinginkan. Tujuan perlakuan panas ini yaitu untuk mendapatkan sifat ulet, kuat dan tangguh.

Tempering dapat mengurangi kerapuhan, namun juga dapat melunakkan baja yang tidak bisa dihindari. Jumlah kekerasan yang hilang dapat dikontrol dan tergantung pada suhu baja selama proses penempaan. Hal ini berlaku untuk semua baja, kecuali baja berkekuatan tinggi.

4. NORMALIZING
Normalizing yaitu proses perlakuan panas yang berfungsi untuk memperhalus butir, memperbaiki mampu mesin, memperbaiki sifat mekanik pada baja karbon struktural dan menghilangkan tegangan sisa. Proses heat treatment ini dilakukan sampai logam berada di fasa austenit yang kemudian di dinginkan secara perlahan-lahan dengan media pendingin yaitu udara.

5. HARDENING
Heat treatment berikutnya yaitu hardening, dimana hardening ini merupakan jenis perlakuan panas yang digunakan untuk meningkatkan kekerasan pada material. Tahap pertama proses ini yaitu memanasakan material hingga temperatur austenisasi (temperatur pengerasannya). Kemudian temperatur ini akan dijaga dengan waktu tertentu dan selanjutnya barulah dilakukan proses pendinginan secara cepat (quench) hingga mencapai tingkat kekerasan yang diinginkan.

Setiap proses heat treatment memunculkan masalah atau kekurangan, oleh karena itu ketahui juga MASALAH PADA PROSES PERLAKUAN PANAS.

#Gagak
#Heattreatment

HEAT TREATMEN / PENYEPUHAN


Disusun bersama Staf wikiHow

Referensi

Unduh PDF

Baja adalah logam campuran yang sangat kuat, dan walaupun kebanyakan perkakas yang dibuat dari baja sudah cukup kuat, Anda bisa membuatnya lebih kokoh lagi. Mengeraskan baja mencegah menumpulnya bilah pisau dan membengkok atau patahnya peralatan. Anda bisa membuat baja tahan lebih lama dengan proses pemanasan dan pendinginan (quenching).

Bagian 1
Bagian 1 dari 3:
Memanaskan Baja

  1. Gambar berjudul Harden Steel Step 1
    1
    Gunakan obor tembak propana sebagai sumber panas. Buka katup gas dekat dasar obor. Tahan alat striker di dekat ujung obor, dan remas untuk menciptakan percikan. Obor akan menyala setelah beberapa percobaan. Nyalakan katup gas untuk mengatur api sehingga membentuk corong kecil.[1]
    • Api besar menghasilkan lebih sedikit panas, berkebalikan dengan api kecil.
    • Obor tembak hanya memanaskan area kecil dan terkonsentrasi. Untuk baja yang besar, Anda perlu memakai forge (tungku pandai besi) untuk memanaskan seluruh bahan.

    Langkah Pencegahan

    Selalu kenakan kacamata dan sarung tangan pelindung sebelum menggunakan obor tembak propana, baca semua instruksi agar Anda bisa menanganinya secara aman.

  2. 2
    Usahakan baja menyentuh api secara langsung. Pegang baja dengan tangan dominan memakai penyepit sehingga Anda tidak harus berada dekat api. Jika tidak bisa memakai penyepit, bekerjalah di permukaan antiapi lain yang lebih luas. Gunakan obor dengan tangan dominan untuk memanaskan seluruh baja sebelum berfokus pada area yang ingin dikeraskan, misalnya ujung obeng atau pahat.[2]
    • Kenakan sarung tangan tebal sehingga tidak terluka bakar.
    • Bekerjalah di permukaan logam atau baja, misalnya anvil, untuk mencegah kebakaran.
  3. Gambar berjudul Harden Steel Step 3
    3
    Tunggu sampai warna baja berubah menjadi merah ceri. Perhatikan warna baja saat suhunya semakin panas. Ketika warnanya berubah merah ceri, artinya baja sudah bersuhu kira-kira 760 derajat Celsius, yang sudah cukup panas untuk diperkuat. [3]
    • Suhu sebenarnya baja bergantung pada kandungan karbon di dalamnya. Kandungan karbon yang lebih tinggi butuh waktu lebih lama untuk dipanaskan.
    • Magnet juga bisa dipakai untuk menguji waktu kesiapan baja. Jika magnet tidak melekat pada baja, artinya baja sudah siap dikeluarkan dari panas. [4]
    Iklan

Bagian 2
Bagian 2 dari 3:
Mendinginkan Logam

  1. Gambar berjudul Harden Steel Step 4
    1
    Masukkan air atau minyak ke wadah yang cukup dalam untuk menenggelamkan baja. Gunakan kaleng kopi atau wadah berbentuk serupa lain sebagai bilik pendinginan. Tuangkan air atau minyak sayur sehingga jaraknya 5-7,5 cm dari bibir wadah. Pastikan minyak atau air berada pada suhu ruangan. [5]
    • Air sangat bagus untuk mendinginkan logam panas dengan cepat, tetapi bisa menyebabkan baja tipis terdistorsi atau retak.
    • Minyak sayur memiliki titik didih tinggi sehingga baja panas butuh waktu lama untuk mendingin dan mengurangi peluang retak. Namun, minyak bisa tumpah dan menyebabkan kebakaran jika baja dimasukkan ke minyak terlalu cepat.
  2. 2
    Pindahkan baja yang dipanaskan langsung ke medium pendingin. Gunakan penyepit untuk membawa baja selagi masih panas ke wadah. Mundurlah ketika Anda merendam baja sepenuhnya di air atau minyak supaya tidak terkena uap atau cipratan. Terus pegang baja sehingga Anda tidak perlu mengambilnya dari dalam air/minyak.[6]
    • Teknik pendinginan ini akan mendinginkan baja dengan cepat sehingga logam campuran di dalamnya mengeras bersama-sama.
    • Kenakan sarung tangan tebal dan masker wajah sebelum mendinginkan baja sehingga air dan minyak panas tidak mengenai tangan.
    • Siapkan pemadam api kelas B di dekat Anda.
  3. Gambar berjudul Harden Steel Step 6
    3
    Angkat baja dari medium pendingin ketika gelembung sudah berhenti. Air atau minyak akan terus mendidih karena panas yang mengalir dari baja. Jaga logam tetap sepenuhnya terendam sampai tidak ada uap atau gelembung, yang seharusnya hanya memakan waktu beberapa menit. Sisihkan baja kembali ke permukaan kerja ketika Anda selesai. [7]

    Baja yang didinginkan lebih keras, tetapi menjadi lebih rapuh. Jangan jatuhkan atau menekuk baja setelah dikeluarkan.

  4. 4
    Lap sisa medium pendingin dari baja. Air yang dibiarkan begitu saja di permukaan baja dapat menyebabkan korosi dan kerusakan. Kenakan sarung tangan selagi mengeringkan permukaan baja sepenuhnya dengan kain bersih.[8]
    Iklan

Bagian 3
Bagian 3 dari 3:
Menempa Baja di Dalam Oven

  1. Gambar berjudul Harden Steel Step 8
    1
    Panaskan oven terlebih dahulu ke suhu 190 derajat Celsius. Biarkan oven sepenuhnya panas sebelum memasukkan baja ke dalamnya. Kalau baja tidak bisa dimasukkan ke oven, artinya Anda perlu menggunakan obor tembak untuk proses tempering.[9]
    • Gunakan oven toaster (pemanggang) kecil jika baja masih bisa muat ke dalamnya. Dengan demikian, Anda masih bisa memakai oven sampai sepanjang hari.
  2. Gambar berjudul Harden Steel Step 9
    2
    Masukkan baja ke dalam oven dan tunggu selama 3 jam. Taruh baja langsung di rak oven atau kertas kue. Biarkan oven memanaskan baja. Selama proses tempering, baja cukup panas untuk melunakkan logam campuran di dalamnya sehingga tidak terlalu rapuh.[10] [11]

    Kalau Anda ingin memakai obor tembak, fokuskan ujung api pada area yang ingin dikeraskan. Terus panaskan baja sampai Anda melihat pembentukan warna biru pada logam. Hal ini menandakan bahwa baja sudah diproses.

  3. Gambar berjudul Harden Steel Step 10
    3
    Matikan oven dan biarkan baja di dalamnya mendingin semalaman. Kalau baja sudah dipanaskan selama 3 jam, diamkan baja supaya mendingin perlahan-lahan. Dengan demikian, baja bisa dinormalkan selagi menjaga strukturnya tetap keras. Keluarkan baja dari oven di esok paginya.[12]
    • Jika Anda mengerjakan baja dengan obor tembak, taruh logam di atas anvil atau permukaan logam besar lainnya untuk menyalurkan panas. [13]
    Iklan

Peringatan

  • Kenakan kacamata pengaman selagi mengerjakan logam panas.
  • Jangan sentuh logam dengan tangan telanjang karena akan menyebabkan luka bakar hebat.
  • Selalu siapkan pemadam api di dekat Anda seandainya terjadi kebakaran.
Iklan

Hal yang Anda Butuhkan

  • Obor tembak
  • Striker
  • Baja
  • Penyepit logam
  • Kacamata pengaman
  • Sarung tangan kerja
  • Wadah tahan panas
  • Minyak sayur atau air
  • Kain lap
  • Oven

Tentang wikiHow ini

Staf wikiHow
Disusun bersama :
Staf Penulis wikiHow
Artikel ini disusun oleh tim penyunting terlatih dan peneliti yang memastikan keakuratan dan kelengkapannya.

Tim Manajemen Konten wikiHow memantau hasil penyuntingan staf kami secara saksama untuk menjamin artikel yang berkualitas tinggi. Artikel ini telah dilihat 64.807 kali.
Daftar kategori: Kerajinan Logam
Halaman ini telah diakses sebanyak 64.807 kali.
Keren!
Jika Anda punya waktu luang, kami ingin tahu bagian artikel mana yang paling membantu Anda: langkah tertentu, tips, atau hal lain yang menonjol.
Iklan


Rabu, 16 April 2025

KAPOLRI DI INDONESIA


Pejabat Kapolri dari Masa ke Masa


Lambang Polri
Komisaris Jenderal Polisi
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo

29 September 1945
14 Desember 1959
Lambang Polri
Komisaris Jenderal Polisi
Soekarno Djojonegoro

14 Desember 1959
30 Desember 1963
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Soetjipto Danoekoesoemo

30 Desember 1963
8 Mei 1965
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Soetjipto Joedodihardjo

9 Mei 1965
15 Mei 1968
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Hoegeng Imam Santoso

15 Mei 1968
2 Oktober 1971
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Mohamad Hasan

3 Oktober 1971
24 Juni 1974
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Widodo Budidarmo

26 Juni 1974
25 September 1978
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Awaluddin Djamin

26 September 1978
3 Desember 1982
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Anton Soedjarwo

4 Desember 1982
6 Juni 1986
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Mochammad Sanoesi

7 Juni 1986
19 Februari 1991
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Kunarto

20 Februari 1991
05 April 1993
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Banurusman Astrosemitro

6 April 1993
14 Maret 1996
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Dibyo Widodo

15 Maret 1996
28 Juni 1998
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Roesmanhadi

29 Juni 1998
3 Januari 2000
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Roesdihardjo

4 Januari 2000
22 September 2000
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Surojo Bimantoro

23 September 2000
21 Juli 2001
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Da'i Bachtiar

29 November 2001
7 Juli 2005
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Sutanto

8 Juli 2005
30 September 2008
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Bambang Hendarso Danuri

1 Oktober 2008
22 Oktober 2010
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Timur Pradopo

22 Oktober 2010
25 Oktober 2013
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Sutarman

25 Oktober 2013
16 Januari 2015
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Badrodin Haiti

17 April 2015
14 Juli 2016
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Tito Karnavian

14 Juli 2016
23 Oktober 2019
Lambang Polri
Jenderal Polisi
Idham Aziz

1 November 2019
27 Januari 2021
Lambang Polri
Jendral Polisi
Listyo Sigit Prabowo

27 Januari 2021
Sekarang